Adrienne Shellly
#KISAH ADRIENNE SHELLY: Kematian yang disangka bunuh diri.
Adrienne Shelly adalah seorang aktris, penulis skenario, dan sutradara Amerika yang dikenal luas lewat film Waitress. Pada tahun 2006, hidupnya berada di puncak yang menjanjikan. Film Waitress telah selesai diproduksi dan siap dirilis, kariernya sedang berkembang, dan ia baru saja menjadi ibu dari seorang anak perempuan berusia dua tahun yang sangat ia cintai.
Pada 1 November 2006, Adrienne berada di kantor pribadinya di kawasan Greenwich Village, New York. Hari itu adalah terakhir kalinya ia terlihat hidup. Sepanjang hari, ia tidak menghubungi suaminya, Andy Ostroy—sesuatu yang tidak biasa. Menjelang malam, Andy merasa cemas dan memutuskan untuk mencarinya ke kantor tersebut.
Di dalam kamar mandi kantor, Andy menemukan Adrienne dalam keadaan tergantung pada batang pancuran, dengan sehelai kain melilit lehernya. Tidak ada tanda-tanda perlawanan atau pembobolan, dan pintu kantor ditemukan tidak terkunci. Berdasarkan kondisi awal di tempat kejadian, pihak kepolisian mengklasifikasikan kematian itu sebagai bunuh diri.
Namun, kesimpulan tersebut segera menimbulkan keraguan.
Adrienne dikenal sebagai pribadi yang bahagia dan penuh semangat. Ia sangat menyayangi anaknya, tidak memiliki riwayat depresi, dan terlihat antusias menyambut masa depan—baik secara pribadi maupun profesional. Keluarga dan teman-temannya merasa sulit menerima bahwa ia mengakhiri hidupnya sendiri.
Keraguan itu semakin kuat ketika penyelidik menemukan jejak sepatu olahraga di atas debu gipsum pada dudukan toilet kamar mandi. Jejak tersebut tidak sesuai dengan sepatu milik Adrienne. Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa debu gipsum itu berasal dari pekerjaan konstruksi di lantai bawah gedung, yang sedang berlangsung pada waktu kejadian.
Petunjuk kecil ini mengubah arah penyelidikan secara drastis.
Polisi kemudian mengidentifikasi Diego Pillco, seorang pekerja konstruksi berusia 19 tahun asal Ekuador yang bekerja di gedung tersebut. Lima hari setelah kematian Adrienne, Pillco ditangkap dan diinterogasi.
Pada awalnya, Pillco memberikan beberapa versi cerita yang saling bertentangan. Ia sempat mengklaim terjadi pertengkaran akibat kebisingan. Namun akhirnya, ia mengaku bahwa ia mengikuti Adrienne dengan niat merampok. Ketika Adrienne mengancam akan memanggil polisi, Pillco panik dan membunuhnya, lalu merekayasa adegan bunuh diri untuk menutupi kejahatannya.
Laporan autopsi menyimpulkan bahwa penyebab kematian adalah tekanan pada leher, bukan luka yang ditimbulkan sendiri. Dengan temuan ini, kasus tersebut secara resmi dinyatakan sebagai pembunuhan.
Pada tahun 2008, Diego Pillco mengaku bersalah atas dakwaan pembunuhan tanpa niat (manslaughter) tingkat pertama sebagai bagian dari kesepakatan hukum yang menghindarkannya dari dakwaan pembunuhan berencana. Ia dijatuhi hukuman 25 tahun penjara tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.
Kematian Adrienne Shelly mengguncang dunia perfilman. Film Waitress dirilis setelah kematiannya dan mendapat sambutan luas, kemudian diadaptasi menjadi musikal Broadway yang sukses.
Sebagai bentuk penghormatan dan untuk menjaga warisannya, Andy Ostroy mendirikan Adrienne Shelly Foundation, sebuah yayasan yang mendukung pembuat film perempuan dan membantu suara kreatif yang sering terpinggirkan—nilai yang sangat dijunjung oleh Adrienne semasa hidupnya.

Komentar
Posting Komentar